01 Nov 2025

10 Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026 Versi National Geographic

  1. Dolomit, Milan, Itali

 Destinasi wisata terbaik pertama adalah Dolomit, Milan, Italia, lokasi penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin 2026 yang berlangsung pada Februari hingga Maret. Bagi yang ingin merasakan pengalaman para atlet, bisa berkunjung ke Cortina d’Ampezzo, kota dengan area ski terbesar di dunia yang menghubungkan 12 resor seluas hampir 30 ribu hektare.

Pada musim panas, padang rumput akan bermekaran dengan bunga-bunga dan langit memerah saat senja. Pengalaman kuliner juga tak kalah menarik, pengunjung bisa menyambangi Atelier Moessmer, restoran yang berada di bekas rumah bangsawan.

  1. Quebec, Kanada

Quebec, Kanada terpilih sebagai salah satu destinasi 2026 karena memiliki taman nasional baru yang menawarkan pengalaman langsung bersama masyarakat adat setempat. Taman nasional tersebut adalah Taman Nibiischii di Quebec utara, yang dikelola Suku Cree dari Mistissini. Taman ini mencakup lebih dari 6000 kilometer persegi wilayah danau, termasuk cagar alam Albanel–Mistassini dan Waconichi.

Pada musim panas, terdapat kabin di tepi danau, chalet apung, dan sauna di Waconichi Lake. Tempat tersebut cocok bagi pemancing, penggemar kano, maupun pengamat satwa. Dalam perjalanan ke taman, pengunjung bisa singgah di Montreal untuk melihat jalur patung kolaborasi seniman adat dan non-adat. Selain itu, terdapat juga galeri seni Inuit baru di Musee des beaux-arts, serta Kahnawa Cultural Arts Center yang akan dibuka pada 2026

  1. Beijing, China

Pada 2026, Beijing menawarkan cara baru untuk menjelajahi kekayaan budaya di kota tersebut. Terdapat Beijing Central Axis yang baru masuk daftar Warisan Dunia UNESCO. Dengan bus wisata, pengunjung dapat dengan mudah mengunjungi Temple of Heaven, Tiananmen Square, Forbidden City, serta Drum dan Bell Towers.

Sejarah kekaisaran juga bisa ditemukan di Makam Dinasti Ming, yang secara bertahap dibuka untuk publik, termasuk diantaranya adalah makam Kaisar Chongzhen. Sementara itu, Great Wall di utara, khususnya bagian Mutianyu dan Juyongguan, kini menawarkan tur malam dengan iluminasi spektakuler. Di selatan Beijing juga tersedia jalur pendakian baru di Zhoukoudian, lokasi penemuan tulang Peking Man.

  1. Dominica

Pada 2026, Dominica akan menjadi negara tuan rumah cagar alam paus sperma pertama di dunia. Cagar alam tersebut membentang hampir 800 kilometer persegi perairan di lepas pantai barat, lokasi ratusan paus sperma berenang sepanjang tahun. Pengunjung dapat berenang atau mengamati dari perahu tanpa mengganggu satwa laut.

Di darat, sebagian besar Dominica tetap menjadi kawasan liar yang belum dibangun, dengan hutan hujan lebat, mata air panas, dan air terjun dengan tinggi menjulang. Salah satu kereta gantung terpanjang dunia juga terdapat di sana, yang memberikan pemandangan luas hingga Boiling Lake.

  1. Rabat, Maroko

Rabat, ibu kota Maroko di pesisir Atlantik, merupakan perpaduan antara kota kekaisaran kuno dan kota modern. Pengunjung yang berada di sini dapat menelusuri gang sempit benteng abad ke-12 Casbah of Oudaya dan boulevard lebar Ville Nouvelle yang dibangun pada masa kolonial Perancis.

Beberapa bangunan terbaru di kota ini termasuk Royal Theater of Rabat karya arsitek Zaha Hadid, ruang pertunjukan yang terinspirasi dari alur Sungai Bou Regreg, serta menara Mohammed VI yang merupakan gedung tertinggi di Maroko.

Chellah di atas bukit, bekas kompleks pemakaman Islam abad ke-14 yang dibangun di atas reruntuhan pemukiman Romawi, baru saja dibuka kembali setelah melalui restorasi. Terdapat Museum Mohammed VI of Modern and Contemporary Art yang memamerkan lebih dari 500 karya seni modern Maroko dan Afrika, termasuk karya fotografer-desainer Hassan Hajjaj.

Rabat juga menjadi pusat literasi, dengan berbagai tempat baca dan perpustakaan nasional yang telah ditetapkan UNESCO sebagai World Book Capital 2026

  1. Hull, Yorkshire, Inggris

Hull, kota pelabuhan di utara Inggris, akan merampungkan proyek senilai 53 juta dollar AS untuk mempromosikan warisan maritimnya pada 2026. Melalui situs interpretatif, Hull akan menghadirkan kembali sekitar 800 tahun sejarah pelayaran melalui jaringan situs interpretatif baru.

Terdapat Hull Maritime Museum, yakni pusat kunjungan dua lantai di North End Shipyard, serta dua kapal museum yang diparkir permanen di sana. Terletak di tepi Laut Utara, Hull pernah menjadi salah satu pelabuhan penangkapan paus tersibuk pada abad ke-19 dan pusat perikanan serta pelayaran hingga abad ke-20 sebelum mengalami kemunduran.

Terdapat juga amfiteater pertunjukan Stage@TheDock di tepi Sungai Hull dan The Deep, salah satu akuarium dan pusat konservasi laut terkemuka di Inggris yang berbasis di bekas galangan kapal.

  1. North Dakota Badlands, AS

Badlans di North Dakota merupakan tempat Theodore Roosevelt, mantan presiden Amerika Serikat (AS) mencari perlindungan. Lanskap yang ada di sana membentuk karakter Presiden ke-26 AS tersebut serta pemikirannya tentang konservasi.

Pada 4 Juli 2026, wilayah yang pernah menjadi tempatnya menjelajah akan didirikan Perpustakaan Kepresidenan Theodore Roosevelt seluas 8.640 meter persegi. Perpustakaan tersebut terletak di puncak bukit di atas kota kecil Medora yang masih terasa seperti kota tradisional.

Di sana, terdapat Taman Nasional Theodore Roosevelt, tempat pengunjung bisa melihat bison, hewan purba yang berhasil diselamatkan Roosevelt setelah hampir punah karena diburu. Selama berada di wilayah tersebut, disarankan juga untuk mengunjungi Taman Nasional Three Affiliated Tribes yang baru.

Pengunjung dapat mengikuti lokakarya fotografi dan tur berjalan kaki yang dipandu ranger untuk menjelajahi Badlands Little Missouri yang menakjubkan.

  1. Manila, Filipina

Dengan sejarah perdagangan dan fokus pada bahan-bahan pribumi, Filipina selalu menawarkan budaya kuliner yang menarik. Panduan Michelin 2026 memberikan alasan tambahan untuk mengunjungi negara tersebut.

Metro Manila, termasuk ibu kotanya, adalah tempat bertemunya pengaruh makanan Spanyol, China, dan Melayu yang inovatif dan lezat. Di pasar-pasar yang ramai seperti Tutuban di malam hari dan Salcedo setiap Sabtu, warga Manila menikmati bakso ikan dan halo-halo.

Restoran dan kafe menyajikan makanan dari daerah, seperti pancit palabok renyah di Manam dan lumpia dengan daging, sayuran, kacang, dan rumput laut di New Po Heng Lumpia House. Di kawasan hip Poblacion, Makati, Kondwi menyajikan menu tasting Pinoy dan koktail kreatif serta Turon yang terbuat dari nangka dan rum pisang.

  1. Pesisir Laut Hitam, Turkiye

Salah satu dari sedikit tempat di dunia yang bisa digunakan untuk berselancar dan bermain ski pada hari yang sama adalah pesisir Laut Hitam Turkiye. Terletak di antara Pegunungan Pontik yang menjulang dan Laut Hitam, kota-kota seperti Samsun dan Bartin menarik pengunjung dengan pantai berpasir di teluk biru.

Sementara itu, arsitektur Trabzon dan kota tuanya yang berbenuk labirin mengingatkan pada masa ketika kota ini menjadi pusat budaya Greko-Turkiye. Ke arah timur, teras teh Rize, tempat petani menanam teh hitam yang kuat, menawarkan pemandangan menakjubkan dari tepi laut kota.

Perjalanan sehari dari pesisir membawa pengunjung ke lembah Pegunungan Pontik, tempat kastil abad pertengahan menanti, bersama dengan Biara Sumela yang menempel di tebing, retret terpencil dari abad ke-4 yang terkenal karena arsitektur bergaya Bizantium dan fresco berwarna-warni.

  1. Khiva, Uzbekistan

Kota bersejarah Khiva mulai menarik perhatian sebagai destinasi utama Jalur Sutra, menyaingi Samarkand dan Bukhara yang lebih dulu terkenal. Layanan kereta cepat yang akan beroperasi pada musim gugur mempersingkat hampir setengah waktu perjalanan dari ibu kota Tashkent, memungkinkan wisatawan menikmati sarapan di bawah kubah mosaik Chorsu Bazaar dan tiba di Khiva sebelum makan siang.

Khiva juga bersiap membuka hotel internasional pertamanya, Mercure Khiva yang desainnya terinspirasi arsitektur tradisional kawasan Mevaston. Benteng Itchan Kala, situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1990, menjadi daya tarik utama dengan masjid berpenyangga kayu, istana megah, dan monumen berpola geometris yang telah direstorasi.

Selain sejarah dan arsitektur, kota ini kini juga ramah untuk keluarga dengan hadirnya Arda Khiva Resort, yang memiliki taman air dan amfiteater pertunjukan. Setiap tahun, Khiva meriah dengan berbagai festival seperti Lazgi International Dance Festival, Pahlavon Mahmud Strongmen Games, serta Qovun Sayli Melon Festival, pesta tiga hari yang merayakan buah melon khas kota ini.