7 Kuil yang Wajib Dikunjungi di Kyoto Saat Liburan ke Jepang
Kyoto, yang dahulu sempat menjadi ibu kota Jepang selama lebih dari 1.000 tahun, kini menyimpan ratusan situs sejarah berupa kuil yang masih terjaga, dan bahkan kini menjadi tempat wisata populer. Kota ini menawarkan begitu banyak pilihan hingga menentukan prioritas bisa terasa membingungkan.
Memilih kuil yang tepat bukan hanya untuk melihat yang paling terkenal, tetapi juga merasakan variasi pengalaman yang ditawarkan kota ini.
Yo, seorang pemandu wisata lokal, merekomendasikan beberapa kuil yang layak masuk dalam itinerary Anda. Tempat-tempat ini tidak hanya menyuguhkan sejarah masa lalu, namun juga pemandangan magis yang tidak ditemukan di tempat lain.
- Kiyomizu-dera
“Aku sudah pasti akan merekomendasikan Kiyomizu-dera. Ini tempat yang sangat terkenal dan bersejarah di Kyoto, di sini kamu bisa melihat pemandangan Kyoto,” ujar Yo kepada DestinAsian Indonesia.
Terletak di distrik Higashiyama, kuil ini berdiri di lereng bukit dengan panggung kayu yang menghadap langsung ke kota. Waktu terbaik berkunjung adalah menjelang matahari terbenam, ketika semburat cahaya jingga perlahan menyelimuti Kyoto. Musim gugur menjadi momen favorit, saat daun momiji berwarna merah menyala mulai mendominasi lanskap. Tiket masuknya berkisar ¥400.
“Yang unik, jika kamu membeli tiket, desain tiketnya akan berubah menyesuaikan musim,” tambah Yo.
Jika berkunjung ke Kiyomizu-dera jangan lupa berjalan kaki menyusuri jalanan Sannenzaka dan Ninenzaka di sekitarnya. Area ini dipenuhi toko suvenir, kedai teh, hingga jajanan khas Kyoto, dengan suasana jalanan berbatu yang terasa seperti membawa pengunjung kembali ke masa lalu.
- Yasaka Shrine (Gion Yasaka)
Berada di kawasan Gion, Yasaka Shrine menjadi salah satu kuil yang paling mudah diakses dan mungkin paling fleksibel. “Kamu bisa ke sini kapan saja (di musim apapun),” kata Yo.
Tidak seperti kuil lain yang punya waktu kunjungan ideal, Yasaka Shrine terasa hidup sepanjang hari. Pagi hari cenderung tenang, sementara malam menghadirkan suasana berbeda dengan lampion yang menyala. Lokasinya yang berada di perbatasan Gion dan Higashiyama membuatnya sering menjadi titik singgah di sela eksplorasi kota. Tidak ada tiket masuk untuk area utama.
- Fushimi Inari Taisha
Dengan ribuan gerbang torii merah yang membentuk jalur panjang hingga ke Gunung Inari, Fushimi Inari adalah salah satu tempat paling ikonis dari Kyoto. Yo merekomendasikan untuk datang saat musim gugur, ketika warna dedaunan menambah dimensi visual pada perjalanan menyusuri jalur ini.
Mengutip dari Japan National Tourism Organization, Fushimi Inari Taisha didirikan sejak tahun 711. Kuil ini merupakan pusat dari 30.000 kuil Inari di Jepang yang memuja lima dewa kemakmuran. Daya tarik utamanya adalah jalur Senbon Torii dengan sekitar 10.000 gerbang oranye ikonik yang membentang hingga ke puncak Gunung Inari setinggi 233 meter.
Sambil mendaki selama dua hingga tiga jam, pengunjung dapat menikmati inari sushi, yaitu makanan favorit rubah sang utusan dewa; serta mencicipi tsujiura senbei yang diyakini sebagai asal-usul kue keberuntungan modern.
Terletak di selatan Kyoto dan mudah dijangkau dengan kereta, kuil ini tidak memungut tiket masuk. Meski selalu ramai, berjalan sedikit lebih jauh ke atas gunung biasanya menghadirkan suasana yang lebih tenang.
- Kinkaku-ji
Terletak di bagian utara kota, Kinkaku-ji adalah kuil Zen yang dua lantai teratasnya dilapisi dengan lembaran emas murni. Keindahan utamanya terletak pada pantulan struktur emas tersebut di permukaan Kolam Cermin (Kyoko-chi), menciptakan lanskap magis bersama pepohonan di sekitarnya.
Di tengah kolam, terdapat “pulau-pulau kecil” dengan pohon pinus yang melambangkan umur panjang dan kemakmuran, sesuai dengan filosofi taman Jepang yang merepresentasikan keharmonisan alam semesta.
Meski sering dipadati pengunjung, pengalaman visual yang ditawarkan tetap sulit ditandingi, terutama saat cuaca cerah. Musim gugur adalah waktu terbaik karena warna merah daun momiji akan membingkai kuil bak lukisan surealis. Tiket masuk saat ini berada di kisaran ¥500 untuk dewasa.
- Kifune Shrine
Jika ingin melihat sisi Kyoto yang lebih tenang, Kifune adalah pilihan sempurna. Terletak di kawasan pegunungan utara, perjalanan menuju kuil ini menciptakan sebuah pengalaman spiritual tersendiri. Tangga batu yang diapit deretan lentera merah ikonis menciptakan suasana magis yang kontras dari hiruk-pikuk pusat kota.
Musim gugur menawarkan gradasi warna daun yang indah. Namun saat musim dingin, antara Desember hingga Februari, area ini menyuguhkan pemandangan yang lebih surealis ketika salju menyelimuti tangga dan lentera merah.
Area utama kuil dapat diakses secara gratis. Melansir dari beberapa sumber, salah satu aktivitas wajib adalah mencoba Mizuuranai Mikuji, yakni kertas ramalan yang tulisannya hanya akan muncul setelah dicelupkan ke dalam air suci pegunungan.
- Nanzen-ji Temple
Seorang staf hotel Mercure Kyoto Station, Hikari Ito (Ito), yang kami temui saat menginap juga merekomendasikan beberapa kuil, salah satunya Nanzen-Ji Temple.
Berada di kawasan Higashiyama, Nanzen-ji menawarkan suasana yang lebih tenang dibandingkan kuil-kuil lain di Kyoto. Area kompleks utamanya bisa diakses tanpa tiket, sementara beberapa bagian seperti Hojo memiliki tiket masuk sekitar ¥500–¥600.
Mengutip dari situs resminya, Nanzen-ji juga menghadirkan beberapa aktivitas kebudayaan. Pengunjung bisa mengikuti sesi shakyo (menyalin sutra) setiap tanggal 15 dengan biaya ¥1.000, atau meditasi zazen yang diadakan dua kali sebulan tanpa biaya. Lokasinya yang berada di kaki Higashiyama membuatnya kerap menjadi persinggahan setelah berjalan di Philosopher’s Path, dengan suasana yang cenderung hening, terutama di pagi hari.
- Eikan-do Zenrin-ji
Berada tidak jauh dari Nanzen-ji, Eikan-do Zenrin-ji juga menjadi kuil yang direkomendasikan oleh Ito. Kuil ini dikenal sebagai salah satu spot terbaik untuk menikmati warna musim gugur di Kyoto.
Kompleksnya tersusun mengikuti lereng bukit, dengan bangunan yang saling terhubung melalui koridor kayu dan mengarah ke berbagai aula, termasuk Amida Hall yang menyimpan patung Buddha dengan posisi kepala yang menoleh. Di bagian atas, pagoda Tahoto menawarkan pemandangan area kuil hingga kota Kyoto, sementara lokasinya yang dekat Philosopher’s Path membuatnya sering menjadi persinggahan setelah berjalan santai.
Kuil ini buka setiap hari pukul 09.00–17.00 (masuk terakhir 16.00), dengan tiket sekitar ¥600, yang biasanya meningkat saat musim gugur. Pada periode tersebut, pengunjung juga bisa datang di malam hari untuk menikmati iluminasi khusus dengan tiket terpisah, yang umumnya berlangsung pada November hingga awal Desember.