9 Tahun Berturut-turut, Finland Kembali Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia 2026
Untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut, Finlandia kembali menempati posisi teratas sebagai negara paling bahagia di dunia dalam World Happiness Report 2026.
Dalam edisi ke-14 laporan yang dirilis oleh United Nations ini, warga Finland mencatat skor rata-rata 7,764 dari 10 saat diminta menilai kualitas hidup mereka, angka tertinggi secara global.
Namun, lebih dari sekadar peringkat, laporan tahun ini menyoroti perubahan penting dalam cara kita memahami kebahagiaan di era digital.
Selain Finland di posisi pertama, sejumlah negara menunjukkan pergerakan menarik. Costa Rica berhasil naik ke posisi keempat, peringkat terbaik sepanjang sejarahnya, setelah sebelumnya sempat berada di posisi ke-23 pada 2023. Sementara itu, Switzerland kembali masuk 10 besar di posisi ke-10 setelah sempat absen selama satu tahun.
Negara-negara Eropa Tengah dan Timur juga menunjukkan tren peningkatan signifikan, seperti Kosovo (16), Slovenia (18), dan Czechia (20). Hal ini mencerminkan semakin meratanya tingkat kebahagiaan antara wilayah tersebut dan Eropa Barat.
Menariknya, untuk tahun kedua berturut-turut, tidak ada negara berbahasa Inggris yang masuk 10 besar. Negara seperti New Zealand (11), Ireland (13), Australia (15), United States (23), Canada (25), dan United Kingdom (29) masih berada di luar 10 besar, bahkan hanya setengahnya yang berhasil masuk 20 besar.
Bagaimana Cara Mengukur Kebahagiaan?
Peringkat dalam laporan ini didasarkan pada rata-rata penilaian kualitas hidup selama tiga tahun terakhir dari masing-masing populasi. Para ahli kemudian menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi hasil tersebut, seperti, produk domestik bruto (GDP) per kapita, harapan hidup sehat, dukungan sosial (memiliki seseorang untuk diandalkan), kebebasan dalam menentukan pilihan hidup, tingkat kemurahan hati, dan persepsi terhadap korupsi.
Meski demikian, peringkat akhir sepenuhnya berasal dari jawaban subjektif masyarakat saat menilai kehidupan mereka sendiri.
Menurut John F. Helliwell, profesor emeritus dari University of British Columbia dan salah satu pendiri laporan ini, “Membangun hal-hal baik dalam hidup lebih penting daripada sekadar memperbaiki hal-hal burukdan keduanya kini semakin relevan.”
Dampak Media Sosial terhadap Kebahagiaan
Salah satu fokus utama laporan tahun ini adalah pengaruh media sosial terhadap kesejahteraan. Jan-Emmanuel De Neve dari University of Oxford menekankan bahwa dampaknya tidak hitam-putih.
Penggunaan berlebihan cenderung berkaitan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah. Namun, di sisi lain, mereka yang sepenuhnya menjauhi media sosial juga bisa kehilangan manfaat sosial tertentu. Kuncinya adalah bagaimana, seberapa lama, dan untuk apa platform tersebut digunakan.
“Yang perlu kita lakukan adalah mengembalikan unsur ‘sosial’ dalam media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Jon Clifton dari Gallup menambahkan bahwa tren global menunjukkan generasi muda saat ini cenderung lebih bahagia dibandingkan 20 tahun lalu, sebuah perkembangan yang patut dicermati.
10 Daftar Negara Paling Bahagia di Dunia:
- Finlandia
- Iceland
- Denmark
- Costa Rica
- Swedia
- Norwegia
- Belanda
- Israel
- Luxembourg
- Switzerland