Itinerary Seharian Wisata di Muaragembong Bekasi, Bisa ke Mana Saja
Kabupaten Bekasi ternyata memiliki beberapa pilihan tempat wisata yang tidak kalah menariknya dari daerah lain. Apabila kamu berdomisili di Jabodetabek dan ingin berwisata dekat dengan rumah, Kabupaten Bekasi bisa jadi pilihan. Contek itinerary seharian wisata di Muarageombong dan sekitarnya di Kabupaten Bekasi.
Transportasi dan waktu berwisata di Muaragembong Sebelum memulai perjalanan wisata ke Kecamatan Muaragembong dan sekitarnya, perlu diketahui bahwa akses menuju beberapa tempat wisata lebih mudah dijangkau kendaraan sepeda motor.
Namun bukan berarti tidak bisa ditempuh mobil. Untuk pilihan kendaraan, kamu bisa sesuaikan mana yang menurut kamu lebih nyaman untuk melintasi jalur-jalur ke tempat wisata. Papandayan, Penjeda Jenuhnya Pekerjaan. Selain itu, beberapa area di Kecamatan Muaragembong dan sekitarnya masih cukup sepi, sehingga cocok bagi mereka yang ingin mencari ketenangan.
Hanya saja, untuk melakukan kegiatan wisata dalam satu hari, sebaiknya segera lakukan perjalan pulang pada sore hari, jalur masih masih terang matahari. Tidak hanya itu, kamu juga masih akan bertemu dengan warga setempat untuk bertanya seputar jalur keluar dari kecamatan jika sinyal tidak memungkinkan untuk mengakses Google Maps.
Pilihan tempat wisata di Muaragembong, Bekasi
- Pantai Muara Beting, Kecamatan Muaragembong
Pantai Muara Beting berlokasi di Desa Pantai Bahagia. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di sana adalah menyusuri area hutan mangrove sambil menikmati pemandangannya. Apabila datang pada waktu-waktu tertentu, suasana hening akan menyambutmu di kawasan yang masih cukup asri tersebut.
Jika samar-samar terdengar suara burung laut yang terbang ke sana kemari, kamu tidak perlu kaget karena Pantai Muara Beting lokasinya cukup jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Ombak Pantai Muara Beting tidak terlalu besar, sehingga bermain air dapat dilakukan.
Namun, kamu tetap perlu berhati-hati sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Harga tiket masuknya masih gratis. Namun, kamu dapat menyewa perahu dari Kampung Beting menuju area pantai lantaran jaraknya cukup jauh.
- Ekowisata Hutan Mangrove Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong
Tempat wisata ini berlokasi di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong. Jarak tempuh dari Pantai Muara Beting adalah sekitar 15,8 kilometer (km) atau 57 menit. Kamu akan disambut pemandangan hutan mangrove yang kini sudah direstorasi melalui kegiatan CSR beberapa pihak. Setibanya di tempat wisata yang memiliki keasrian yang masih terjaga, pengunjung akan disambut oleh sebuah gapura bambu bertuliskan “Ekowisata Mangrove”. Kamu bisa foto-foto terlebih dahulu di sini karena spotnya cukup Instagramable.
Sebab, gapura dengan jembatan bambu tersebut memiliki pegangan warna-warni dan latar belakang pemandangan laut lepas.
Di spot itu, kamu akan ditemani beberapa ban warna-warni yang bisa dijadikan sebagai tempat duduk. Untuk referensi gaya, kamu bisa coba duduk di ban sambil berpura-pura memandang laut lepas. Setelah puas foto-foto, saatnya kamu menyusuri jembatan yang berada di antara pepohonan mangrove.
Apabila lelah, di sisi jembatan terdapat tempat duduk untuk beristirahat sejenak. Ekowisata Hutan Mangrove Pantai Mekar buka setiap hari pukul 08.00-22.00 WIB.
- Sunge Jingkem Sembilangan, Kecamatan Tarumajaya
Tempat wisata ketiga yang dapat dikunjungi adalah Sunge Jingkem Sembilangan di Kampung Sembilangan, Desa Samudra Jaya, Kecamatan Tarumajaya.
Jarak tempuh dari Ekowisata Hutan Mangrove Pantai Mekar adalah sekitar 29,8 km atau 1 jam 50 menit. Tempat wisata ini juga dikenal dengan Taman Konservasi Mangrove Sunge Jingkem Sembilangan. Selama berada di sana, kamu bisa menikmati rindangnya pohon mangrove sambil menyusuri perairan menggunakan perahu. Ada juga spot Dermaga Hati yang dapat dikunjungi untuk jalan-jalan di atas jembatan kayu dan berfoto di spot hati yang dikelilingi pohon mangrove.
Spot foto lain yang terbilang lucu adalah papan jalan bertuliskan “JL. MULU NEMBAKNYA KAPAN...!” dan papan jalan lain bertuliskan “JL. AJA DULU KALO COCOK KITA NIKAH”. Jika sedang berada di atas perahu, kamu bisa berfoto di spot bertuliskan “I Love Sunga Jingkem” dengan tulisan “hati” menggunakan simbol love. Spot foto lain yang tidak kalah menarik adalah spot warna-warni bertuliskan “Sunge Jingkem”, serta sebuah menara gardu pandang warna-warni yang lokasinya dekat dengan Dermaga Hati. Jam operasionalnya adalah Senin-Minggu pukul 08.00-18.00 WIB.
- Jembatan Cinta Tarumajaya, Kecamatan Tarumajaya
Sebelum mengakhiri perjalanan wisata, kamu bisa sempatkan diri dulu untuk mampir ke Jembatan Cinta atau Bridge of Love Taruma Jaya di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya. Jarak tempuh dari Sunge Jingkem adalah sekitar 14,8 km atau 42 menit. Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB.
Selama berada di sana, kamu bisa naik jembatan menanjak yang dilalui perahu-perahu wisata. Selain melihat pemandangan, kamu juga bisa foto-foto dari atas jembatan tersebut. Sambil menikmati suasana khas perkampungan nelayan, kamu juga bisa menyewa perahu untuk jalan-jalan melihat pemandangan hutan mangrove. Bisa juga menyusuri jembatan yang telah disediakan. Meski terlihat sederhana, namun tempat wisata ini cocok untuk dikunjungi wisatawan yang gemar selfie karena jembatan dicat warna-warni, sehingga terlihat menarik.
Salah satu spot foto selain Jembatan Cinta yang dilalui perahu wisata adalah sebuah gapura berbentuk hati yang dihiasi bunga. Ada juga spot foto berbentuk papan jalan bertuliskan “Jangan Rindu Terus Kapan Kita Mau Ta’arufan”. Jika lapar, di sana terdapat warung makan yang menyediakan beragam santapan.