7 Restoran dengan Lokasi Paling Unik di Dunia untuk Pengalaman Kuliner Berbeda
restoran dengan lokasi paling unik di dunia yang menawarkan pengalaman kuliner tak biasa, mulai dari bawah laut hingga di atas tebing.
Diposting pada 03 September 2026 11:33
Pengalaman bersantap yang berkesan kini tidak hanya ditentukan oleh kelezatan makanan di atas piring, melainkan juga oleh lokasi restoran yang tidak biasa. Sejumlah restoran pilihan MICHELIN Guide menawarkan perpaduan luar biasa antara keahlian memasak (gastronomi) dengan pemandangan alam, arsitektur bersejarah, serta konsep pertunjukan yang unik.
- Under (Lindesnes, Norwegia)

Desain Bangunan: Menempati bangunan beton berbentuk kapsul rancangan firma arsitektur Snøhetta yang setengah bagian bangunannya tenggelam di laut pesisir Lindesnes. Ruang makannya berada sekitar 5,5 meter di bawah permukaan laut.
Keunikan: Dinding restoran dilengkapi jendela panorama besar yang menghadap langsung ke dasar laut, memungkinkan tamu menikmati hidangan sambil menyaksikan perubahan arus dan kehidupan bawah air pesisir Norwegia secara langsung.
Kuliner & Penghargaan: Menyajikan hidangan laut segar dan hasil bumi pesisir setempat. Restoran ini memegang penghargaan satu bintang MICHELIN.
- Alchemist (Kopenhagen, Denmark)

Konsep Teatrikal: Di bawah kepemimpinan Chef Rasmus Munk, restoran ini menggabungkan seni, makanan, teknologi, sains, dan pesan mengenai isu sosial dalam konsep pertunjukan imersif.
Pengalaman Bersantap: Sesi makan berlangsung selama lebih dari enam jam dan terbagi dalam beberapa babak (Acts). Tamu akan berpindah ke ruangan-ruangan dengan suasana berbeda, termasuk ruang berkubah besar yang menyerupai planetarium.
Penghargaan: Alchemist mempertahankan penghargaan dua bintang MICHELIN pada seleksi tahun 2026.
- Aponiente (El Puerto de Santa María, Spanyol)

Restorasi Bangunan: Dipimpin oleh Chef Ángel León, restoran ini menempati bangunan bekas kincir air pasang abad ke-19 yang berada di kawasan rawa-rawa dan muara pesisir Andalusia.
Keunikan Bahan: Tamu akan melewati jembatan kayu di atas rawa sebelum masuk ke restoran. Dapurnya memanfaatkan bahan-bahan laut yang jarang digunakan dalam kuliner umum, seperti belut moray, kepiting biru, tanaman halofit, plankton, dan sereal laut.
Penghargaan: Aponiente memegang penghargaan tertinggi berupa tiga bintang MICHELIN.
- ice Q (Sölden, Austria)

Ketinggian Ekstrem: Restoran berbentuk kubus kaca ini berdiri di puncak Gunung Gaislachkogl pada ketinggian 3.048 meter di atas permukaan laut.
Daya Tarik: Dinding kaca penuh memberikan pemandangan 360 derajat ke arah Pegunungan Alpen yang bersalju. Restoran ini juga menyediakan minuman anggur khusus bernama PINO 3000 yang dimatangkan langsung di ketinggian tersebut.
James Bond: Lokasi ini pernah menjadi tempat pengambilan gambar film James Bond berjudul Spectre, dan terdapat instalasi sinematik 007 Elements tepat di sebelah restoran.
- Le Jules Verne (Paris, Prancis)

Ketinggian di Ikon Kota: Restoran ini berada di lantai kedua Menara Eiffel, dengan ketinggian sekitar 125 meter di atas tanah.
Pengalaman Kuliner: Dipimpin oleh Chef Frédéric Anton, restoran ini menyajikan hidangan Prancis kontemporer dengan presisi tinggi. Tantangan operasional restoran ini adalah keterbatasan ruang dapur dan penyimpanan di dalam struktur besi menara.
Penghargaan: Menawarkan sudut pandang eksklusif Kota Paris langsung dari meja makan, Le Jules Verne memegang dua bintang MICHELIN.
- Born (Singapura)

Sejarah Bangunan: Menempati bangunan bersejarah Jinricksha Station buatan tahun 1903 di Neil Road, yang pada awal abad ke-20 berfungsi sebagai depo penampungan becak. Bangunan ini kini memiliki desain interior kontemporer dengan langit-langit kaca yang tinggi.
Konsep Menu: Chef Zor Tan menyajikan sembilan hidangan bertema Circle of Life yang menggabungkan teknik memasak Prancis modern dengan pengaruh tradisi kuliner Tionghoa.
Penghargaan: Born mempertahankan penghargaan satu bintang MICHELIN.
- Potong (Bangkok, Thailand)
Bekas Apotek Keluarga: Restoran berlantai lima ini menempati bangunan bergaya Sino-Portugis berusia lebih dari seratus tahun di Chinatown Bangkok. Bangunan ini dahulu merupakan apotek Tionghoa milik keluarga Chef Pichaya "Pam" Soontornyanakij.
Keunikan Rasa: Menu yang ditawarkan merupakan hidangan progresif yang menggabungkan teknik memasak serta bahan makanan dari tradisi kuliner Thailand dan Tionghoa (Thai-Chinese).
Penghargaan: Menawarkan pengalaman makan yang menceritakan sejarah keluarga sang koki, Potong memegang satu bintang MICHELIN.