Menelusuri Jalan Asia Afrika
Pusat Sejarah Dunia di Jantung Kota Bandung
Diposting pada 12 October 2026 10:09
Kota Bandung di Jawa Barat memiliki banyak destinasi wisata menarik, salah satunya adalah kawasan Jalan Asia Afrika. Kawasan ini bukan hanya jalan protokol biasa, melainkan lokasi penting tempat berlangsungnya peristiwa sejarah internasional yang memengaruhi peta politik dunia. Bagi Anda yang berencana mengunjungi Bandung, menyusuri Jalan Asia Afrika menawarkan pengalaman wisata sejarah, edukasi, dan arsitektur yang mudah diakses di pusat kota.
Sejarah Pembangunan: Dari Jalan Raya Pos hingga Jalan Asia Afrika
Sebelum memiliki nama seperti sekarang, jalan ini merupakan bagian dari Groote Postweg atau Jalan Raya Pos. Jalan sepanjang kurang lebih 1.000 kilometer dari Anyer sampai Panarukan ini dibangun pada masa kolonial Belanda di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels melalui sistem kerja paksa.
Fungsi jalan yang awalnya digunakan untuk mobilisasi pemerintah kolonial berubah secara signifikan pada pertengahan abad ke-20. Nama jalan ini kemudian diubah menjadi Jalan Asia Afrika sebagai bentuk penghormatan atas terselenggaranya Konferensi Asia Afrika pada April 1955.
Gedung Merdeka dan Konferensi Asia Afrika 1955

Daya tarik utama di sepanjang jalan ini berada di nomor 65, yaitu Gedung Merdeka.
- Asal-usul Gedung: Bangunan ini awalnya bernama Societeit Concordia, yaitu gedung perkumpulan dan rekreasi warga Eropa di Bandung. Pada tahun 1926, gedung tersebut direnovasi dengan gaya arsitektur art deco oleh arsitek Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker. Pada tahun 1954, Presiden Soekarno meresmikan pengambilalihan gedung ini dan mengubah namanya menjadi Gedung Merdeka.
- Pertemuan 29 Negara: Pada 18–24 April 1955, Gedung Merdeka menjadi tempat berkumpulnya perwakilan dari 29 negara kawasan Asia dan Afrika. Para pemimpin dunia saat itu berdiskusi mengenai perdamaian, kedaulatan negara, serta penolakan terhadap kolonialisme.
- Dasasila Bandung: Konferensi tersebut menghasilkan piagam kesepakatan bernama Dasasila Bandung, yaitu sepuluh prinsip kerja sama internasional dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Aktivitas Wisata di Kawasan Jalan Asia Afrika Hari Ini
Saat ini, trotoar di sepanjang Jalan Asia Afrika telah ditata menjadi area publik yang nyaman bagi pejalan kaki:
- Mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika: Wisatawan dapat masuk ke dalam museum yang berada di kompleks Gedung Merdeka untuk melihat arsip foto, dokumen, serta ruang sidang asli tempat konferensi berlangsung.
- Wisata Arsitektur Kota Tua: Mengamati deretan bangunan peninggalan era kolonial dengan arsitektur art deco serta ornamen lampu jalan khas Bandung.
- Berjalan Kaki dan Berfoto: Trotoar yang luas memudahkan wisatawan untuk berjalan santai dan mengambil foto dengan latar belakang bangunan bersejarah.