Menjelajahi 14 Kawasan Kota Terbaik di Dunia 2026
Dua Destinasi Berada di Asia Tenggara
Diposting pada 23 September 2026 10:33
Bagi Anda yang menyukai suasana kota yang hidup dan unik, memilih destinasi liburan kini tidak lagi terbatas pada landmark populer. Majalah gaya hidup global, Time Out, baru saja merilis daftar kawasan perkotaan terbaik di dunia untuk tahun 2026. Penilaian ini didasarkan pada ragam kuliner lokal, kegiatan seni dan budaya, keberadaan usaha lokal yang khas, serta kenyamanan lingkungan bagi pejalan kaki dan warga setempat.
Dari daftar 14 besar dunia, dua kawasan menarik di kawasan Asia Tenggara ikut terpilih.
- Jongno 3-ga (Seoul, Korea Selatan)

Kawasan ini menempati peringkat teratas dunia. Jongno 3-ga memadukan deretan rumah tradisional Korea (hanok) di Ikseon-dong yang kini difungsikan sebagai kafe dan restoran modern. Pada malam hari, kawasan ini semakin ramai dengan hadirnya pocha, yaitu warung makan tenda khas Korea yang menyajikan aneka makanan jalanan lezat. Bagi yang mencari suasana lebih tenang, area Seosulla-gil di dekatnya menawarkan studio kerajinan lokal dan tempat bersantai yang nyaman.
- L'Ocean (Rabat, Maroko)

L’Ocean adalah kawasan tepi laut yang menghubungkan area kota tua (Medina) dengan jalur pesisir pantai. Tempat ini memiliki trotoar yang lebar dengan pemandangan pohon palem serta area terbuka yang ramah pejalan kaki. Salah satu titik yang ramai dikunjungi wisatawan adalah Rue Bruxelles, jalan khusus pejalan kaki yang dipenuhi pusat kebudayaan dan kedai kopi lokal.
- Neos Kosmos (Athena, Yunani)

Terletak di antara kawasan bersejarah Akropolis dan pesisir Riviera Athena, Neos Kosmos berkembang menjadi pusat perkumpulan seniman muda dan bisnis independen. Lingkungan ini menawarkan banyak ruang pameran seni, kedai makan tradisional Yunani, toko roti lokal, dan bar kasual untuk bersantai.
- Chinatown (Los Angeles, Amerika Serikat)

Kawasan pecinan di Los Angeles ini berhasil memadukan bangunan bersejarah berarsitektur khas dengan tempat hiburan dan restoran modern. Selain toko kue legendaris dan pusat kuliner, kawasan ini memiliki LA State Historic Park seluas 32 hektar yang sering digunakan untuk festival musik, pasar petani lokal, dan pemutaran film luar ruangan.
- Govanhill (Glasgow, Skotlandia)

Govanhill sebelumnya adalah wilayah pinggiran yang tenang, namun kini berkembang pesat menjadi pusat komunitas kreatif. Biaya hidup yang terjangkau menarik para seniman, penulis, dan generasi muda untuk membuka studio seni, perpustakaan komunitas, hingga kafe kekinian.
- Kitakagaya (Osaka, Jepang)

Dahulu merupakan pusat industri pembuatan kapal, Kitakagaya kini bertransformasi menjadi kawasan seni terkemuka di Osaka. Bekas bangunan pabrik dan gudang tua dialihfungsikan menjadi galeri seni, studio pameran, butik pakaian independen, dan restoran unik. Kawasan ini sangat cocok untuk wisata santai satu hari.
- Chapinero Alto (Bogotá, Kolombia)

Kawasan perumahan ini berada di area perbukitan ibu kota Bogotá. Chapinero Alto menawarkan suasana yang tenang dan sangat ramah bagi pejalan kaki. Di sini, Anda dapat menemukan butik desainer pakaian, toko buku, gerai furnitur antik, serta restoran dan kafe luar ruangan di sekitar rumah-rumah bergaya klasik bata merah.
- Koenji (Tokyo, Jepang)
Berbeda dengan pusat kota Tokyo yang modern dan serba cepat, Koenji tetap mempertahankan karakter aslinya yang santai. Kawasan yang dahulunya menjadi pusat komunitas musik independen ini terkenal dengan jalanan yang dipenuhi toko baju bekas (thrift shop), toko piringan hitam, serta kedai minuman berukuran kecil.
- Downtown St. Catharines (Kanada)
Kawasan pusat kota bersejarah ini berpusat di sepanjang Jalan St. Paul. Daerah ini terkenal dengan toko barang antik, toko musik, dan kegiatan seni lokal. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada bulan September hingga Oktober saat dedaunan berubah warna pada musim gugur dan kebun-kebun anggur di sekitarnya memasuki masa panen.
- Esquilino (Roma, Italia)
Esquilino merupakan kawasan bersejarah yang terletak dekat dengan stasiun kereta utama Roma, Termini. Titik utamanya adalah Piazza Vittorio, alun-alun abad ke-19 dengan taman kota yang sering mengadakan pertunjukan musik dan pasar kuliner. Wilayah multikultural ini juga terkenal dengan pasar tradisionalnya yang menjual rempah-rempah langka dari berbagai penjuru dunia.
- Russafa (Valencia, Spanyol)
Russafa terkenal dengan tata letak jalanannya yang rapi dan bangunan tinggi abad ke-19 berwarna cerah dengan balkon besi khas Mediterania. Wilayah ini dipenuhi oleh studio seni, pasar tradisional, bar lokal, dan restoran tapas yang buka hingga malam hari.
- Tân Định (Kota Ho Chi Minh, Vietnam)
Sebagian besar wisatawan mengenal Tân Định lewat gereja bersejarahnya yang dicat warna merah muda. Namun, di dalam kawasannya, lingkungan ini memiliki suasana yang tenang dengan bangunan-bangunan beratap rendah dan gedung bergaya arsitektur Prancis. Tân Định kini menjadi salah satu pusat kuliner lokal terbaik di Kota Ho Chi Minh yang sangat disukai kalangan muda pencinta makanan.
- São Bento (Lisbon, Portugal)
São Bento adalah kawasan yang berada di antara beberapa lokasi strategis kota Lisbon. Wilayah ini menawarkan perpaduan menarik antara toko-toko barang unik, studio keramik lokal, galeri seni mandiri, serta pilihan restoran mulai dari makanan rumahan khas Portugal hingga hidangan internasional.
- Talat Noi (Bangkok, Thailand)
Kawasan tertua di tepi sungai Bangkok ini awalnya merupakan pelabuhan dan kawasan perdagangan suku cadang mesin. Kini, bangunan ruko bersejarah berusia lebih dari 200 tahun di Talat Noi telah diubah menjadi kafe, bar kopi, dan ruang seni tanpa mengubah bentuk aslinya. Suasana jalanannya yang unik menjadikannya lokasi favorit untuk berjalan kaki sambil menikmati kuliner lokal.