Penutupan Sementara 7 Bandara Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Simak daftar 7 bandara yang ditutup sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau
Diposting pada 07 September 2026 10:56
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi belakangan ini berdampak langsung pada operasional penerbangan di beberapa wilayah Indonesia. Berdasarkan data terbaru per Senin, 7 September 2026, abu vulkanik hasil erupsi telah menyebar ke beberapa area udara penerbangan. Untuk mengantisipasi bahaya, otoritas penerbangan Indonesia telah menetapkan penutupan sementara untuk beberapa bandara.
Berikut adalah informasi lengkap mengenai bandara yang terdampak, alasan penutupan, serta langkah yang harus Anda lakukan jika memiliki jadwal penerbangan hari ini.
7 Bandara yang Ditutup Sementara Hingga Senin Petang

Menurut pengumuman resmi dari Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama, terdapat tujuh bandara yang menghentikan sementara operasional penerbangan mereka pada hari Senin, 7 September 2026, hingga pukul 18.00 WIB:
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK)
- Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta (HLP)
- Bandara Husein Sastranegara, Bandung (BDO)
- Bandara Radin Inten II, Lampung (TKG)
- Bandara Budiarto, Curug (RTO)
- Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan (PCB)
- Bandara M. Taufik Kiemas, Pesisir Barat (TFY)
Penutupan operasional penerbangan ini didasarkan pada NOTAM (Notice to Airmen) atau peringatan resmi yang diterbitkan oleh otoritas penerbangan nasional.
Mengapa Penerbangan Harus Dihentikan?
Penutupan bandara ini merupakan langkah pencegahan yang sangat penting untuk menjaga keselamatan seluruh penumpang dan kru pesawat. Abu vulkanik hasil erupsi gunung berapi mengandung partikel kaca, pasir halus, dan batu pecah yang sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan.
Berikut adalah bahaya utama abu vulkanik terhadap operasional pesawat:
- Kerusakan Mesin: Abu vulkanik yang terisap masuk ke dalam mesin jet dapat meleleh akibat suhu panas mesin, lalu membeku kembali dan menyumbat aliran udara. Hal ini dapat menyebabkan mesin pesawat mati mendadak saat terbang.
- Gangguan Sistem Sensor: Abu vulkanik dapat menyumbat alat sensor kecepatan udara dan ketinggian pesawat, sehingga pilot kesulitan mendapatkan data terbang yang akurat.
- Mengurangi Jarak Pandang: Abu vulkanik yang tebal di udara menghalangi pandangan pilot saat lepas landas maupun mendarat. Selain itu, gesekan abu vulkanik dapat membuat kaca kokpit menjadi buram.