10 Negara yang Paling Jarang Dikunjungi Wisatawan di Dunia
negara yang paling jarang dikunjungi wisatawan
Diposting pada 12 October 2026 09:45
Sebagian besar orang memilih berlibur ke destinasi wisata yang sudah populer. Namun, di berbagai belahan dunia, terdapat sejumlah negara yang belum banyak dikenal dan memiliki jumlah kunjungan wisatawan yang sangat rendah. Negara-negara ini tersebar dari kawasan Samudra Pasifik hingga benua Afrika.
Meskipun sepi dari kunjungan turis, negara-negara tersebut memiliki daya tarik tersendiri, seperti pemandangan alam, kebudayaan yang unik, hingga peninggalan sejarah. Berdasarkan data Young Pioneer Tours, berikut adalah 10 negara yang paling jarang dikunjungi wisatawan di dunia:
- Nauru
Nauru mencatatkan jumlah wisatawan paling sedikit dalam daftar ini, yaitu sekitar 200 kunjungan pada tahun 2019. Negara kepulauan di Pasifik ini merupakan salah satu negara terkecil di dunia berdasarkan luas wilayah. Karena ukurannya yang kecil, Anda dapat mengelilingi pulau ini dalam waktu singkat. Wisatawan dapat mengunjungi kawasan pantai seperti Anibare Bay, melihat peninggalan Perang Dunia II, serta menikmati suasana pulau. Perjalanan ke Nauru mengandalkan penerbangan regional sehingga memerlukan perencanaan yang matang.
- Somalia

Somalia memiliki tingkat kunjungan wisatawan yang sangat rendah, salah satunya dipengaruhi oleh kondisi keamanan. Namun, wilayah seperti Somaliland dengan kota utamanya, Hargeisa, kerap menarik perhatian pelancong yang ingin merasakan pengalaman budaya dan lanskap yang berbeda di luar jalur wisata umum.
- Tuvalu
Karena lokasinya yang terpencil dan akses perjalanan yang terbatas, Tuvalu hanya menerima sekitar 2.000 wisatawan dalam setahun. Di negara kepulauan ini, pengunjung dapat menjelajahi wilayah Funafuti, melakukan aktivitas island hopping, serta merasakan pengalaman unik berkendara di atas landasan pacu bandara saat sedang tidak ada jadwal penerbangan.
- Kiribati

Kiribati adalah negara kepulauan di Samudra Pasifik yang terdiri dari pulau-pulau kecil dan atol. Tempat ini menawarkan keindahan laut, aktivitas island hopping, serta peninggalan dari masa Perang Dunia II. Selain menjadi tujuan wisata tropis, Kiribati saat ini menghadapi ancaman kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim.
- Sudan Selatan
Sebagai negara termuda di dunia yang merdeka pada tahun 2011, Sudan Selatan memiliki lanskap alam yang luas serta keragaman budaya masyarakat yang menarik untuk dipelajari. Meskipun jumlah kunjungannya rendah dan kondisi keamanan memerlukan persiapan khusus serta pengecekan saran perjalanan (travel advisory), negara ini menyimpan potensi wisata budaya yang unik.
- Guinea Ekuatorial
Negara yang terletak di benua Afrika ini hanya menerima sekitar 5.700 wisatawan per tahun. Ibu kotanya, Malabo, memiliki bangunan dengan arsitektur kolonial. Selain itu, Guinea Ekuatorial memiliki kawasan alam terbuka yang menjadi habitat bagi berbagai satwa seperti gorila, simpanse, dan gajah hutan.
- Kepulauan Marshall
Terletak di kawasan Pasifik, Kepulauan Marshall terdiri dari banyak pulau dan atol dengan ritme kehidupan masyarakat lokal yang tenang. Wisatawan yang berkunjung ke Majuro dapat menikmati kuliner lokal, menyelam, atau mendatangi Bikini Atoll yang memiliki sejarah terkait Perang Dunia II dan lokasi pengujian nuklir.
- Libya

Libya memiliki peninggalan sejarah dari peradaban Yunani dan Romawi, serta lanskap Gurun Sahara yang luas. Namun, faktor situasi politik dan kondisi keamanan membuat jumlah wisatawan yang datang sangat terbatas. Pengunjung yang ingin datang perlu memantau perkembangan informasi keamanan serta ketentuan perjalanan terbaru.
- Niue
Niue merupakan pulau kecil di Pasifik Selatan yang mencatatkan sekitar 8.000 kunjungan wisatawan per tahun. Destinasi ini cocok untuk kegiatan luar ruangan seperti menyelam, memancing, menjelajahi gua, berperahu, dan menikmati pantai. Penerbangan menuju Niue umumnya diakses melalui Auckland, Selandia Baru.
- Sao Tome dan Principe
Terletak di lepas pantai barat Afrika, negara kepulauan ini memiliki suasana tropis yang tenang dan hanya menerima sekitar 8.000 wisatawan pada tahun 2019. Destinasi ini sesuai bagi wisatawan yang ingin menikmati pantai dan kehidupan laut jauh dari keramaian. Beberapa negara juga mendapatkan fasilitas bebas visa untuk berkunjung ke sini.